Kamis, 09 Juli 2020

Perkembangan Peserta Didik

Nama : Ahmad Rodi
Nim : (19061013)
Prodi : Pendidikan Matematika
Semester : Genap
Mata Kuliah : Perkembangan Peserta Didik
Dosen Pengampu : Sabrun, M.Pd.Si

1. Perkembangan individu berlangsung secara sistematis, progresif dan berkesinambungan. Jelaskan apa artinya !
- sistematis yaitu perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling ketergantungan atau saling mempengaruhi antara satu bagian dengan bagian laininya, baik fisik maupun psikis dan merupakan satu kesatuan yang harmonis
- progresif berarti perubahan yang terjadi bersipat maju, menigkat dan meluas, baik secara kuantitatif (fisik) maupun kualitatif (psikisa)
- berkesinambungan artiya bahwa perubahan pada bagian atau fungsi organisme itu berlangsung secara beraturan atau berurutan tidak meloncat secara kebetulan

2. Apakah semua orang harus melalui fase atau tahap perkembangan yang sama? Jelaskan!
Fase perkembangan yaitua penahapan/pembabakan rentang perjalanan kehidupan individu yang diwarnai ciri-ciri khusus/pola tingkahlaku tertentu, jadi semua mengalami fase perkembangan  yang sama. Hanya terjadi perbedaan pada tempo perkembangannya saja. usia yg tertera pada fase perkembangan tidak dapat dikatakan dengan pasti sehingga ada perbedaan individu baik dari segi  bakat, lingkungan, iklim, pertumbuhan jasmani dsb. 

3. Apa yang dimaksud dengan “masa peka” ? jelaskan implikasinya bagi pendidikan.
  Masa peka adalah suatu masa ketika fungsi jiwa peka akan pengaruh rangsangan yg datang. 
Misalnya : masa dimana pertumbuhan ketika suatu fungsi jiwa mudah dipengaruhi dan dikembangkan. Dimulai usia; 3 th – 5 thn, dialami 1x dlm hidup. (masa kanak-kanak awal)

4. Menurut kalian, perlukah seorang pendidik memahami perkembangan peserta didiknya? Jelaskan alasannya ! 
Sangat perlu karna berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik untuk  membantu tumbuh kembang peserta didik. serta sangant diperlukan  sebagai acuan membuat program pembelajaran yg  sesuai, tepat, efektif dan sistematis
5. Hukum perkembangan menyatakan bahwa perkembangan diperngaruhi oleh factor pembawaan, lingkungan dan kematangan. Jelaskan !  
Perkembangan dipengaruhi factor pembawaan, lingkungan dan kematangan  yaitu pembawaan yang berupa gen-gen yang diwarisi dari orang tua telah membuat kode-kode informasi genetic sehingga berperan sebagai “blueprint” bagi perkembangan, sedangkan lingkungan berperan sebagai sarana yg dpt memfasilitasi/membatasi teraktualisasikannya karakteristik potensial yang diwarisi individu secara genetic. 
 

Minggu, 05 Juli 2020

DAMPAK ONANI BAGI KESEHATAN

Onani atau masturbasi merupakan kegiatan seksual yang dilakukan tanpa melakukan hubungan intim. Kegiatan seksual ini bisa dilakukan baik oleh pria atau wanita. Banyak alasan seseorang melakukan onani. Umumnya, onani dilakukan untuk mendapatkan kepuasan seksual. Namun ada juga yang menjadikan onani sebagai pelampiasan stress.

Dalam dunia kesehatan, kegiatan onani dikatakan memberikan beberapa manfaat bagi tubuhDalam sebuah studi dikatakan bahwa semakin sering seseorang melakukan onani, maka bisa mengurangi risiko terkena kanker prostat sebesar 33%.

Onani juga dianggap sebagai obat tidur bagi orang yang kesulitan tidur. Ketika seseorang akan ejakulasi, otot-otot tubuh akan mengejan dengan kuat dan mengeluarkan hormon endorfin, inilah yang membuat seseorang mengantuk setelah onani. Beberapa penelitian juga mengatakan onani meningkatkan kualitas sperma, dan mastrubasi pada wanita bisa mengurangi risiko kanker serviks.

Lalu dengan mengetahui hal tersebut, apakah kita bisa langsung tenang? Bila memang ada manfaat yang dihasilkan untuk tubuh hanya dengan melakukan onani, dan mengingat onani adalah kegiatan yang menggairahkan dan memberikan rasa nikmat, apakah lantas kita bisa melakukan onani setiap hari? Dua kali sehari? Atau sesering mungkin agar tubuh kita mendapatkan manfaat tersebut?

Tentu saja tidak demikian. Pada kenyataannya, banyak orang yang justru bermasalah dalam kualitas hidupnya karena onani. Terlalu sering melakukan onani bisa menimbulkan efek buruk, terutama bagi mental seseorang.

1. Iritasi kulit.

Meski tergolong "safesex," keseringan onani yang dilakukan dengan cara kasar mampu menyebabkan iritasi pada kulit kelamin. Selain itu gesekan secara paksa yang dilakukan terus menerus bisa mengakibatkan penis mengalami panas dan lecet.

Seorang sex therapist bernama Barbara Bartlik menceritakan pasiennya yang mengeluhkan harus buang air kecil sambil duduk karena penisnya mengalami iritasi setelah melakukan onani. Risiko terburuk adalah terjadinya fraktur penis yang disebabkan oleh adanya paksaan membengkokkan penis saat ereksi.

2. Memengaruhi unsur-unsur kimia tubuh.

Keseringan onani atau mastrubasi akan merangsang fungsi saraf parasimpatik yang memproduksi hormon seks asetilkolin, dopamin, dan serotonin. Tingginya hormon seks ini dapat menyebabkan otak dan kelenjar adrenal menghasilkan performa yang berlebihan dalam mengonversi dopamin-norepinefrin-epinefrin, sehingga terjadi perubahan besar zat-zat kimia di dalam tubuh.

Lalu apa akibatnya? Mulai dari kelelahan seksual yang menyebabkan disfungsi seksual, kebocoran mani, serta gejala lainnya seperti nyeri panggul, rambut rontok, dan penis sakit.

3. Kebocoran katup air mani.

Onani yang terlalu sering akan mengganggu saraf seperti gangguan pada kemampuan saluran air mani untuk membuka dan menutup pada waktu yang tepat. Akibatnya sperma dan air mani tidak hanya keluar saat ereksi. Lendir-lendir tersebut bisa juga keluar sewaktu-waktu seperti ingus sekalipun penis sedang dalam kondisi lemas.

4. Mengantuk, kehilangan tenaga, nutrisi, dan zat tubuh.

Setiap kali tubuh mengejang karena orgasme, pria akan kehilangan cukup banyak energi karena hampir semua otot akan mengalami kontraksi. Akibatnya jika terlalu sering, pria akan kehilangan gairah untuk beraktivitas dan cenderung akan merasa ngantuk sepanjang hari.

Warna kulit mereka cenderung terlihat pudar, memiliki pendapat yang tidak jelas saat berbicara, tidak memiliki semangat, dan stress. Tidak hanya itu saja, kontraksi otot saat mengalami orgasme bisa memicu nyeri otot, terutama di daerah punggung dan selangkangan.

5. Disfungsi seksu

onani juga menyebabkan disfungsi seksual di mana menghalangi seseorang memiliki hasrat seksual atau kepuasan ketika berhubungan intim. Hal ini tentu berakibat buruk bagi seseorang yang telah memiliki pasangan karena dapat mengganggu keharmonisan dengan pasangan.

Untuk pria yang mengalami hal ini, ada baiknya ia mengevaluasi diriya sendiri. Apakah stimulasi yang ia lakukan saat onani sama dengan yang pasangannya lakukan, karena kemungkinan itulah penyebab mengapa ia mengalami disfungsi seksual dengan kesulitan mencapai klimaks.

Bagaimana pendapat kamu?


Kamis, 02 Juli 2020

program mengaji


PROGRAM MENGAJI











program ini kami adakan untuk mengisi waktu luang kami sebagai para remaja pada masa pandemi ini, dimana pada saat ini kami tidak melakukan aktifitas karna terbengu oleh rantai covid-19 yang mana pada biasanya kami selaku aktifis melakukan akfitas untuk Perkumpulan dan membahas keadaan bangsa ini kedepannya tapi pada saat ini kami terhalang oleh pandemi sehingga mau atau tidak mau kami harus melakukan aktifitas semacam inj untuk mengisi waktu luang


suara kami memang terbungkam tapi kami akan selalu melakukan hal positif untuk kepentingan kami dan bangsa ini kedepannya